Kebanyakan anak-anak yang terserang radang selaput otak kalau bertahan hidup akan mengalami cacat. Enam tahun yang lalu team Solusi meliput kisah Nathan Manalu, dan kali ini team Solusi kembali mengunjungi dia.
Hendra Manalu (ayah si kembar): Memasuki hari ke empat di Bakti Yudha, tiba-tiba saya melihat alat detektor jantung sudah menunjukkan garis panjang yang lurus. Karena Natanael memang sudah tiga hari tidak sadar yah, maka saya teriak panggil dokter. Waktu itu ada dua dokter, dan seorang suster, lalu mereka mencoba memacu jantungnya, dan salah satu dari mereka berkata bahwa Natanael sudah tidak tertolong lagi… Dewi Manalu (ibu si kembar): Saya ditelepon oleh suami saya, dia tanya bisa nggak saya ke rumah sakit, karena Natanael mau nggak ada… Saya terkejut dan segera minta ijin untuk pulang dan menengok anak saya untuk yang terakhir kali… Di tengah kegalauan akan kehilangan putranya, Hendra berdoa kepada Tuhan.
Setelah bangkit dari kematian, Natanael masih menghadapi keadaan yang sangat kritis, dan harus segera mendapat pertolonga secara khusus. Hendra mencari rumah sakit yang tepat untuk anaknya, namun keadaannya yang sangat kritis membuat Natanael ditolak oleh beberapa rumah sakit. Setelah 8 jam berada dalam ambulans, akhirnya Natanael mendapatkan penanganan yang semestinya di rumah sakit Harapan Bunda. Tuhan menjamah Natanael, kebutaan, bisu, tuli, bahkan kelumpuhan akibat radang selaput otak, tidak terjadi pada diri Natanael seperti perkiraan dokter. Natanael: Kalau mandi suka nyanyi, nyanyi dalam Tuhan, bersuka bersuka dalam Tuhan mari bersuka bersukacitalah… (sambil menyanyi).
Kali ini Solusi kembali mengunjungi keluarga Hendra dan Dewi. Kami mencoba mencari keterangan dokter yang dulu merawat Natanael untuk mengetahui kondisi kesehatan Natanael, terutama masalah pada motorik gerak dan motorik bicaranya. Dokter: Di sini rekaman EEG yang dilingkari adalah abnormal, ada sedikit kelainan waktu itu, tahun 2001. Kalau dibiarkan bisa meninggal, dan bisa juga menimbulkan gejala-gejala sisa seperti sekarang ini, yaitu kadang-kadang masih kejang…
Hendra Manalu: Kembalinya dia bagi saya, sekali lagi, kata-kata saya tidak cukup untuk mengungkapkan betapa Yesus ajaib dan anugrahNya luar biasa, seolah-olah saya mendapatkan harta yang paling mahal, yaitu hidup anak saya yang sangat saya kasihi dikembalikan kepada saya. |
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16)
Sumber: jawaban.com |
